Cara Kita Berempati

Keadaan ekonomi dunia yang gonjang-ganjing tak menentu sudah sepatutnya membuat kita tak sekadar simpati, tapi juga berempati.
Berusaha untuk bisa merasakan kesusahan yang dirasakan orang lain yang saat ini nasibnya tak seberuntung kita yang masih menikmati kelancaran berinternet. Mereka yang belum bisa seyakin kita tentang menu esok hari. Mereka yang merenungi dalam diam, tentang uang sekolah anak-anaknya, berbagai tunggakan yang belum terbayar, tentang masa depan, tentang jaminan hari tua.
Mungkin kita, masyarakat biasa ini, tak bisa ikut mengatur kebijakan negara. Mungkin kita, anggota rakyat kebanyakan, tak bisa seketika membalikkan keadaan jadi lebih baik. Tapi bukan berarti kita cuma diam dan membatin, sambil menunggu perubahan itu.
Bekerja lebih giat dan tetap jujur, tidak mengeluh, berhenti mengumpat, menahan diri untuk tidak memaki, selalu sabar dan bersyukur adalah contoh-contoh perilaku sederhana yang menunjukkan empati.
Hidup hemat dan jauhi sifat mubazir. Ini tentu bisa dimulai dari diri sendiri.
Cara lain berempati? Sebar kesejahteraan, karena selalu ada hak kaum dhuafa dalam setiap sen yang kita miliki.
Mau contoh lain lagi? Kasihani para pedagang kecil. Beli barang mereka, meski kita tak selalu butuh barang jajaan mereka. Setidaknya mereka tak mengemis.
Satu lagi? Berusahalah tidak menawar barang belanjaan atau apalah itu, terutama ketika kita membeli dari pedagang eceran, tukang sayur, toko kelontong, pedagang di pasar, dan lain sebagainya.
Silakan ditambahkan bila ada ide lain untuk berempati. Empati = bersatu. Bersatu kita teguh. Bukan begitu? [icha]
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger