Lima Hal Penghalang Keshalehan - Bag I

Menjadi pribadi yang shaleh adalah dambaan setiap insan yang beriman. Namun, jalan yang ditempuh untuk menjadi pribadi yang shaleh bukanlah jalan yang mudah. Banyak godaan dan cobaan yang menyebabkan manusia tetap tunduk pada hawa nafsunya.
Sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, yaitu Ali Karramallahu Wajhah, pernah berkata “Andaikan tidak ada lima keburukan ini di dunia, tentunya manusia akan menjadi orang saleh semua. Kelima keburukan itu adalah 1) merasa senang dengan kebodohan. 2) tamak dengan dunia. 3) bakhil dengan kelebihan harta. 4) beramal disertai riya’ dan 5) selalu merasa bangga diri di atas yang lainnya”
Pertama, merasa senang dengan kebodohan, artinya adalah membiarkan diri bahkan merasa nyaman dengan ketidak tahuan dalam masalah agama. Sebagaimana banyak terjadi pada Muslim masa kini di perkotaan yang tiap harinya disibukkan dengan urusan bisnis dan bermacam pekerjaan demi mencapai cita-citanya. Sedangkan masalah ke-islaman cukup dipasrahkan saja kepada para ustadz yang dipanggil ketika dibutuhkan. Entah untuk berdoa, untuk ditanya ataupun sekedar dijadikan teman curhatnya. Padahal Rasulullah pernah bersabda:
“Allah membenci orang yang pandai dalam urusan dunia tetapi bodoh dalam urusan akhirat.” (Shahih Jami’ Ash Shaghir).
Tidak ada dalam dirinya keinginan belajar dengan sungguh-sungguh apa itu Islam dan bagaimana seharusnya menjadi Muslim yang baik. Tidak pernah ingin tahu cara shalat dan wudhu yang benar. Mereka sudah puas dengan pengetahuan yang didapatnya dari teman atupun dari meniru tetangga. Paling-paling belajar keislamannya didapat dari tayangan televisi pada kuliah subuh atau dalam acara tabligh.
Kedua, tamak dengan dunia dan disertai dengan bakhil dengan kelebihan harta yang menjadi faktor ketiga penghalang keshalehan. Kedunya merupakan pasangan yang selalu terkait dan sulit dipisahkan. Karena siapapun yang tamak dan merasa kurang dengan berbagai kepemilikan hartanya pastilah dia akan berlaku bakhil dan sangat sayang dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.
Dalam kesempaatan lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menyinggung tentang ketamakan. Beliau berkata yang artinya bahwa mencintai harta adalah sumber segala kecelakaan dan keburukan. Baik keburukan fisik maupun mental.
Cobalah mulai intropeksi diri, mengapa kita kerap masuk angin gara-gara terlalu sering di jalan demi mengejar satu pekerjaan. Betapa para pebisnis itu sering kali keuar masuk rumah sakit berganti-ganti penyakit karena komplikasi yang disebabkan kurangnya perhatian dalam mengurus diri dan lebih suka mengejar materi.
Betapa kecintaan dan ketamakan dunia selalu membawa petaka. Belum lagi petaka mental yang merusak negeri ini. Korupsi, kolusi dan juga kebiasaan berbohong demi citra diri semua bermuara pada satu kata ‘tamak terhadap dunia’.
“Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan terhadap kalian sepeninggalku adalah terbukanya kemewahan dan keindahan dunia.” (HR Bukhari dan Muslim). (bersambung)
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger