Wawasan Global Anak Sejak Diri

Mungkin sebagian orang tua atau guru berpikir bahwa anak didiknya, atau anaknya adalah hanyalah sebagai warga negara biasa, tinggal di kampung yang jauh dari pusat kota, jauh dari hiruk pikuk dunia yang begitu dinamis, dan mereka tidak berpikir bahwa suatu saat nanti ada generasi dari anak-anaknya yang akan masuk menghadapi dan melewatinya bahkan mungkin anak-anaknya yang akan mewarnai peradaban di muka bumi ini.

Era globalisasi saat ini yang tanda-tandanya diantaranya adalah dimana batas-batas bumi semakin bias, seolah tidak ada jarak georgrafis yang memisahkan antara satu kota dengan kota lain, satu negara, dengan negara lain dan satu benua dengan benua lainnya. Kita akan menjadi warga bumi yang hanya dipisahkan oleh batas administratif saja. Informasi begitu cepat menyebar sampai ke pelosok-pelosok, begitupun efek arus globalisasi begitu kuat menerpa kita saat ini, dan tentu ke depan, arus ini akan terus bergerak semakin kuat menerjang anak-anak kita kelak dewasa nanti.
Oleh karena itu kita harus memiliki kesadaran bahwa anak-anak kita hari ini adalah mereka yang hidup di masa yang akan datang. Saat ini anak-anak kita belajar, di didik dan dilatih, tentu bukan hanya bekal untuk hari ini dan esok hari, tetapi kita persiapkan untuk hidup sepuluh, dupa puluh, tiga puluh taun yang akan akan datang dan seterusnya, dimana tantangannya tentu akan berbeda dengan apa yang dirasakan oleh kita saat ini. Maka tepat sekali pernyataan Sayyidina Ali bib Abi Thalib Karamallohu wajhah berkata dalam sebuah pernyataannya yang berbunyi, “Ajarilah anak-anak kamu sesuai dengan kebutuhan zamannya, karena mereka akan hidup di suatu zaman setelah kamu.”
Alangkah bijaknya, kita sebagai orang tua atau guru menanamnya kesadaran global ini kepada anak kita sejak dini. Dipahamkan kepada anak sejak dini bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas dunia. Sampaikan kepada anak kita bahwa kita tidak tinggal dari komunitas kampung atau desa dimana kita berada sekarang, akan tetapi kampung kita adalah bagian dari peta bumi dan kita ada di dalamnya.
Dengan demikian anak sudah sejak dini sudah menyimpan memori dalam otaknya bahwa dirinya adalah penduduk bumi dan bagian dari warga yang harus bertanggung jawab melestarikan dan memakmurkannya. Menurut saya pemahaman ini selaras dengan firman Alloh SWT. yang artinya : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi,” (Q.S: Al-Baqarah; 30).
Dari mana kita memulai, tentu dari kita, orang tua dan guru di sekolah. Kita sebagai orang tua atau guru terlebih dahulu yang harus memiliki wawasan global. Tidak mungkin wawasan global ini akan mengalir ke siswa bila kita sebagai orang tua atau guru justru berwawasan sempit atau lokal. Mislannya bagaimana kita sebagai orang tua atau seorang guru memiliki kesadaran dan kepekaan tidak hanya terhadap masalah-masalah lokal atau regional, akan tetapi juga kita peka terhadap permasalahan global seperti isu tentang energi, pemanasan global, lingkungan hidup, dan lainnya.
Kesadaran ini bisa ditanamkan juga dilakukan oleh kita sebagai tindakan lokal tetapi diberikan pemahaman kepada anak kita bahwa dampaknya adalah global; seperti tidak membuang sampah sembarang, hemat air atau listrik, kalau perjalanan dekat lebih baik jalan kaki dan sebagainya. Mari kita mulai.
oleh : Dr. Manpan Drajat. M.Ag., Ketua STAI KH EZ Muttaqien Purwakarta, Jawa Barat
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger