Dewan Desak Peran Pemerintah Cegah Kolapsnya Industri Karet


 
Lesunya industri karet yang berimbas pada keresahan petani, pengusaha, dan industri karet mendapat perhatian dari anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin. Pasalnya, akibat industri karet yang lesu ini mengakibatkan merosotnya harga karet di seluruh sentra perkebunan karet di Indonesia sehingga merusak rangkaian industri karet dari hulu sampai hilir.

Serapan karet dalam negeri hanya 18 persen dari produksi karet alam domistik. Sedangkan jika dibandingkan dengan Negara-Negara Asia lain seperti Malaysia, India, dan China, mereka mampu menyerap karet dalam negerinya hingga 40 persen.  Industri ban, sarung tangan karet, dan barang-barang karet lainnya, ternyata belum mampu menyerap secara besar produk karet alam dalam negeri. Sehingga, perlu campur tangan kebijakan pemerintah untuk membuat regulasi nasional agar mampu meningkatkan konsumsi nasional karet alam dalam negeri.


“Wilayah Sumatera Utara yang sangat parah guncangan industri karetnya. Sehingga gabungan pengusaha karetnya angkat bicara untuk meminta solusi kepada pemerintah. Bahkan, beberapa pabrik karet dikabarkan akan segera gulung tikar jika tidak segera dibantu,” ucap Andi Akmal.

Buruknya tatanan industri karet ini, tutur Andi Akmal, juga dipengaruhi kebijakan strategis pemerintah yang minim dukungan agar industri karet ini dapat lebih berkembang. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mencontohkan, kajian penggunaan karet pada aspal jalan, secara nasional akan dapat menyerap produk karet secara masif, sehingga harga dapat stabil dari kebijakan dalam negeri saja. Namun kenyataannya, pemerintah dan termasuk pengusaha konstruksi jalan, enggan menerima masukan dari berbagai penelitian untuk mencampur karet pada aspal jalan, karena kekuatan jalannya akan bertahan sangat lama.

“Kekuatan jalan dimana aspalnya ditambah campuran karet alami, akan berdampak kekuatan dan keawetan jalan sehingga berakibat pada tidak ada lagi proyek abadi pembangunan jalan,” ketus Andi Akmal.

Politisi PKS daerah pemilihan Sulawesi Selatan II ini mengatakan, perlu jiwa besar bagi pemerintah, untuk menghilangkan proyek-proyek abadi yang masih tetap berlangsung dari jaman rezim Suharto hingga Jokowi.  Proyek abadi yang dimaksud seperti pembangunan Jalur Pantura yang tidak ada berhentinya dibangun puluhan tahun tidak ada ujung pangkalnya.

Penggunaan campuran karet pada aspal jalan selain mampu meningkatkan konsumsi nasional karet, juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, menggeliatkan industri karet, dan membahagiakan banyak orang dengan memperlancar arus distribusi orang dan barang. Karena dengan baiknya konstruksi jalan, efisiensi dapat dilakukan. Mempercepat waktu tempuh dan menghemat bahan bakar kendaraan.

“Kami di Komisi IV menginginkan, industri karet yang berdampak langsung pada perkebunan karet dapat dijadikan sektor prioritas dari hulu hingga hilir, sehingga kebijakan pemerintah diperlukan koordinasi terintegrasi antara beberapa kementerian di bawah komando Menteri Koordinasi Perekonomian. Karena ini merupakan kebijakan jangka panjang yang masih terdapat dukungan potensi lahan untuk memenuhi produksi bahan bakunya,” pungkas Andi Akmal.

Sumber: Humas Fraksi PKS DPRRI


Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger