Grafieldy : Setoran Pajak Pengusaha Tidak Masuk Akal

Wajib Pajak di Kota Bandar Lampung tidak transparan melaporkan pendapatan riilnya. Selama ini pengusaha semau-mau menyetor jumlah pajak yang menjadi kewajibannya. Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Bandar Lampung Yusran Efendi tidak menampik pemasukan pajak daerah dari hotel, restoran dan tempat hiburan masih sangat minim.

"Rata-rata besaran pajak yang mereka setorkan memang tidak masuk akal. Padahal di lapangan pengunjungnya banyak," kata Yusran saat rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Bandar Lampung, Selasa (8/9).

Apa yang menjadi permasalahan Dispenda ini pun disoroti oleh Grafieldy Mamesah dari komisi II Bandar Lampung. Menurutnya tidak masuk akal restoran sekelas Begadang setorannya pajaknya hanya 30 juta perbulan.

"Jelas itu tidak masuk akal, coba dicek lagi dan survei berapa jumlah pengunjung di sana. Kalau ramai begitu tidak masuk akal pajaknya minim," kata Grafieldy.

Begitu juga dengan pajak yang disetorkan Hotel Horison. Ia menegaskan pajak yang dibayar hotel Horison tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang datang.

"Kalau saya bandingkan, pajak hotel Horison hampir sama dengan pajak yang disetorkan hotel melati, coba dikroscek lagi," ujarnya.

Ia menyarankan Dispenda melakukan survei tempat usaha dan audit pajak untuk memaksimalkan pemasukan pajak daerah.

Sumber : kupastuntas (9/9)
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger