Mohamad Sohibul Iman, Penyiar Radio yang Jadi Presiden Partai - 2

Profesi penyiar radio itu merupakan pekerjaan pertama yang dilakoni Sohibul muda setelah dia menyandang gelar sarjana di Jepang. Pekerjaan itu hanya berlangsung dua tahun. Sohibul mengakhiri profesi kepenyiaran berbarengan dengan kelulusan pendidikan di tingkat S-2. Pada tahun 1994, Sohibul resmi meraih gelar Master of Engineering dari Takushoku University, Tokyo.

Merasa telah kenyang menempa diri dalam budaya disiplin tinggi di Jepang, Sohibul pulang ke tanah air. Di Indonesia, Sohibul bergabung menjadi peneliti Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).

Memasuki 1998, Indonesia bergejolak dirundung semangat reformasi usai tumbangnya kekuasaan Orde Baru. Partai-partai baru pun mulai bermunculan. Sohibul sempat bergabung dengan Partai Keadilan (PK) sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH, DPP PK.

Oleh karena terdapat aturan pegawai negeri sipil tidak diperkenankan jadi pengurus partai, Sohibul pun memilih keluar dari partai yang menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dunia akademisi Sohibul semakin matang. Usai menerima gelar S-3, Sohibul dipercaya menjadi Rektor Universitas Paramadina (2005-2007). Sampai pada tahap ini, capaian dunia akademik Sohibul bisa dibilang telah mencapai puncaknya.

Lepas dari Paramadina, Sohibul mencoba peruntungan menjadi konsultan teknologi di dunia perusahaan. Namun rupanya dunia konsultan itu tidak cukup mengembangkan bakatnya di dunia organisasi yang sudah dia tekuni sepanjang kariernya.

Pada 2009, Sohibul pun akhirnya kembali ke pangkuan PKS yang kemudian menjadi kendaraan politik untuk mengatar dia duduk sebagai wakil rakyat di parlemen. Di sinilah pengalaman akademik dan organisasi Sohibul bersinergi dengan wawasan politik yang sempat dia enyam pada masa awal reformasi.

Kredibilitas dia di panggung politik teruji. Pada 2013-2014 dia ditunjuk PKS untuk menampuk kursi Wakil Ketua DPR menggantikan Anis Matta yang memilih fokus menjabat Presiden PKS.

Setahun berselang, 2015, estafet jabatan itu kembali terjadi. Kini giliran Sohibul berada di pucuk kepemimpinan partai.


Kala itu, Sohibul memilih lanjut meneruskan karier sebagai peneliti dengan bergabung di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (1998-2005). Selama itu pula Sohibul sembari menempuh pendidikan S-3 di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST).

Sumber: http://www.cnnindonesia.com
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger