Grafieldy Mamesah: Dispenda Harus Punya Terobosan Agar Target PAD 2016 Tercapai

Anggota Komisi II DPRD Bandar Lampung Grafieldy Mamesah meminta Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandar Lampung agar mempunyai terobosan baru dalam upaya memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2016 ini. Hal itu disampaikan Grafieldy dalam agenda hearing terkait evaluasi kinerja tahun 2015 dan target di tahun 2016 antara komisi II dan Dispenda di ruang Komisi II DPRD, pada Selasa, 2/2/2016.

Dalam hearing terungkap bahwa target PAD yang tercantum dalam APBD-P 2015 sebesar Rp769 milyar lebih ternyata tidak tercapai. Selama tahun 2015 PAD yang berhasil dikumpulkan Pemerintah Kota Bandar Lampung hanya sebesar Rp397 milyar lebih atau sekitar 51,6%. Sementara untuk Dispenda sendiri, pada tahun 2015 dari target pajak sebesar Rp434,8 milyar yang bisa terealisasi hanya Rp253,181 milyar atau 58%.

Menurut Garfieldy, dengan PAD yang jauh dari target, akan berdampak pada pembiayaan pembangunan di Kota Bandar Lampung. “Pembayaran honor pegawai terlambat, pembayaran pekerjaan proyek-proyek terlambat, pembayaran insentif RT terlambat, sampai pembayaran dana sertifikasi guru pun terlambat. Jika dibiarkan tentunya berbahaya, pembangunan Bandar Lampung bisa berhenti karena kurang dana”, kata Grafieldy.

Grafieldy berharap dispenda mempunyai teroboson-terobosan baru yang inovatif dalam mendongkrak PAD Bandar Lampung. Apalagi dispenda pada 2016 mempunyai target pajak sebesar Rp461 milyar. Target ini lebih tinggi Rp27 milyar dibanding tahun 2016. “Jika melihat capaian dispenda di Bulan Januari lalu yang hanya sebesar Rp15,6 milyar atau 3,39%, maka dispenda harus kerja lebih keras lagi,” ujar Grafieldy.

Menurut Grafieldy, jika pendapatan bulan Januari hanya sebesar 3,39%, dan rata-rata pendapatan pada 11 bulan berikutnya sama, maka ini berbahaya, target PAD bisa tidak tercapai lagi.

“Saya asumsikan kalau rata-rata pendapatan dispenda setiap bulannya 3,39% lalu dikali 11 bulan maka realisasi pajak dispenda hanya 37, 29%. Jikalau pun ada penambahan 10 atau maksimal 20 persen selama tahun 2016, maka realisasi maksimal yang bisa tercapai sekitar 57 persen, ini masih dibawah realisasi pajak ditahun 2015”, jelas politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger