Junaidi: Sikap Fraksi PKS Soal Tax Amnesty Tak Berubah

TULANGBAWANG BARAT – Kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang kukuh dilakukan pemerintah dalam rangka menambal defisit anggaran negara, disikapi anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI Ahmad Junaidi Auly.

“FPKS bergeming soal kebijakan tax amnesty. Sikap kami tak berubah. Apalagi melihat realisasi penerimaan tebusan pajak yang baru mencapai 4 triliun dari target over optimis sebesar 165 triliun rupiah,” ujar Junaidi di sela Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa di hadapan pengurus PKS di Desa Candramukti Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (6/9/2016).

Sampai dengan disahkan pada 28 Juni 2016, FPKS menjadi satu-satunya fraksi yang menolak Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak. “Kami sudah sampaikan pandangan bahwa yang diperlukan adalah reformasi perpajakan, bukan justru pengampunan pajak yang tentu saja lebih menguntungkan wajib pajak beraset triliunan yang selama ini ngemplang,” lanjut legislator dari daerah pemilihan Lampung II ini.

Dengan kata lain, menurut Junaidi, alasan terpenting penolakan FPKS adalah karena kebijakan tax amnesty mencederai rasa keadilan. “Rakyat biasa saja harus patuh bayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh), ini konglomerat yang ngemplang pajak malah diampuni. Kira-kira bagaimana logika dan rasa keadilannya?”

Kemudian, lanjut Junaidi, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saja mengamini bahwa kebijakan tax amnesty ini terburu-buru. “Sri Mulyani saja mengakui bahwa reformasi perpajakan seharusnya didahulukan dari tax amnesty. Tapi karena sudah terlanjur, terpaksa kebijakan tax amnesty harus diamankan juga,” ujar Junaidi.

“Tapi ya kita lihat saja nanti bagaimana perkembangan penerimaan tebusan tax amnesty sampai Maret tahun depan,” ungkap mantan Ketua DPW PKS Lampung ini.

Selain itu Junaidi juga menyeru agar pengurus PKS dimana saja tetap memberikan kontribusi terbaik bagi negara maupun masyarakat di lingkungan terdekat. “Meski saat ini Indonesia sedang defisit anggaran akibat belum tercapainya target penerimaan negara sebesar 219 triliunan, kita tetap harus bangkit. Tetap berkhidmat dan memberi kontribusi terbaik,” pungkasnya. []


Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger