Terbawa Opini


oleh
M. Imron Rosadi
Ketua DPC PKS Kemiling

Era digital semakin membabi buta, kadang dengan mudahnya masyarakat tergiring pada opini 1,  ke opini 2, lalu lanjut ke opini 3. Masih belum tuntas rasanya isu penista agama, lanjut ke drama persidangan tersangka.

Lalu beberapa hari ini publik dikejutkan dengan berita penyerangan penyidik KPK, belum tuntas rasanya membaca isi beritanya, lantas publik digiring pada isu yang usaha jilbab online yang dikelola sang istri dari penyidik KPK.

ooh dunia....

Memang itu lumrah terjadi, masyarakat kita sangat mudah terbawa suasana, apalagi bila berita tersebut sangat kontroversial, pasti langsung menjadi viral.

Tiga hari lalu hits dimasyarakat, banyak yang siap menjadi tukang ketik jaksa untuk membuat tuntutan. 

Lalu dua hari ini beberapa masyarakat ramai membuat pernyataan di akun sosial medianya, hati-hati bila punya istri yang jual jilbab online, nanti abis subuh disiram air keras, hehe...

Ada kalimat yang dulu pernah kami dapatkan, bahwa siapa yang menguasai informasi, maka ia menguasai dunia. Ya, sekarang ungkapan tersebut hari ini benar-benar terjadi. Bahwa begitu dahsyatnya permainan berita dan informasi dapat merubah persepsi, serta mengalihkan opini demi opini.

Sekarang yang menjadi bahan renungan adalah upaya kita untuk tidak mudah tergiring pada satu opini ke opini yang làin. Contoh sederhana, pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan sempat menanyai seputar bisnis Rina Emilda, istri penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan tentang keterkaitan usaha jilbab online istri Novel Bawedan terhadap penyiraman air keras ke wajah beliau. 

Ini tentu tidak sesederhana yang kita fikirkan.

Persepsi publik yang timbul dari berita tersebut adalah adanya kesan ketidak profesionalan polisi ketika mengaitkan usaha jual beli jilbab dengan penyiraman air keras, dan ini terbukti dengan viralnya jagat sosial media dengan pernyataan tersebut.

Namun ada hal yang publik lupa, dan terlena dengan berita tersebut. Publik lupa pada motif apa dibalik penyiraman tersebut, publik terbawa emosi dan fokus pada opini baru pada pernyataan polisi yang terkesan tidak profesional. Substantif dari peristiwa ini berhasil dialihkan oleh opini baru. 

Tulisan ini hanya opini. Sambil olahraga jari di kamis pagi. Bila ada kalimat yang salah mohon dikoreksi. Semoga saudara sekalian berkenan hati

*Kemiling, 13 April 2017*
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger