Menjaga Keseimbangan

Tim Sepak Bola Keadilan FC didsampingi Manajer Tim Hendro Sasongko (Kiri berdiri)

oleh
M IMRON ROSADI 
Ketua DPC PKS Kemiling

Kembali kami mengambil pelajaran dari sebuah pertandingan sepak bola di sabtu sore, 6 Mei 2017.

Sore itu tim kami (Keadilan FC) mendapat kehormaatan bisa berkesempatan menjadi lawan tanding tim Bank Mandiri Bandar Lampung. Pertandingan semakin spesial, karena skuat tim Bank Mandiri di isi dengan beberapa pemain eks PSBL, klub sepak bola legendaris di Kota Bandar Lampung.

Dipertandingan tersebut, pada awalnya jumlah  personil di tim kami tidak lengkap, hanya ada sepuluh pemain yang siap bertanding, karenanya untuk melengkapi jumlah personil  tim kami pun dibantu dengan satu orang pemain dari tim bank mandiri. Kondisi tersebut berlangsung hingga babak pertama selesai, dan hasilnya, sementara tim kami dikalahkan dengan skor 2 : 0.

Alhamdulillah, tujuh menit sebelum babak pertama usai, tiga orang personil tambahan kami hadir dilokasi pertandingan, dan siap bertanding di babak kedua.

Di babak kedua, permainan tim kami semakin membaik, masing-masing personil bermain apik di posisinya, anggota tim saling berbagi tugas sesuai porsi dan posisi, dan akhirnya kerja seluruh pemain terbayar lunas, tatkala wasit meniup peliut tanda berakhirnya pertandingan. Alhamdulillah tim kami bisa menahan imbang tim bank mandiri, dengan skor 3 : 3.

Terjaganya kesimbangan tim, itulah pelajaran berharga yang kami dapatkan selama kurang lebih sembilan puluh menit menyaksikan pertandingan tersebut.

Kesimbangan bukan terletak pada bobot beban yang diemban masing-masing pemain. Namun terletak pada kesadaran semua pemain akan peran dan fungsinya pada setiap lini. Itulah yang kami sebut dengan kesadaran menjaga keseimbangan.

Seorang kiper sadar bahwa tugas utamanya adalah maksimal menjaga agar gawangnya tidak kebobolan.

Kemudian pemain belakang pun sadar  bahwa tugas utamanya adalah menghadang serangan dari pemain depan lawan. Demikian pula para pemain tengah,  sadar bahwa tugasnya selain harus menghadang pemain tengah lawan, mengatur ritme permainan serta dituntut membantu serangan dengan memberikan suplay bola kepada pemain depan, sehingga bisa berbuah menjadi gol kemenangan. 

Pemain depan pun degan penuh kesadaran mengerti bahwa perannya adalah memanfaatkan peluang yang ada sehingga bisa dikonversi menjadi gol demi gol.

Tentu kita memahami bahwa setiap posisi memiliki tantangan berbeda, disinilah  keseimbangan dibutuhkan. 

Dalam menjaga keseimbangan tidak boleh ada yang saling meniadakan. Semangat bahwa setiap personil dan posisi adalah penting, karena ini hanya tentang bab berbagi peran, dan akhir dari semua ini pun terletak pada satu tujuan, yaitu kesolidan dan keberhasilan tim.

Bila kita kaitkan di kehidupan kita sehari - hari, keberhasilan menjaga keseimbangan merupakan salah satu kunci sukses.

Sebagai individu, setiap kita diberikan sang pencipta tiga fasilitas, yaitu jasad, jiwa dan akal. 

Menjaga keseimbangan ketiganya adalah sebuah cara agar kita sukses mengemban amanah hidup ini.
Dan sekali lagi menjaga keseimbangan ketiganya bukan terletak pada bobot dan bebannya, tapi lebih kepada tugas dan fungsi, kemudian ada pada perannya, serta tidak saling meniadakan antara ketiganya.

Kebugaran jasad tidak boleh meniadakan sehatnya jiwa dan kecerdasan akal. Jiwa yang sehat harus didukung pula oleh jasad yang bugar dan kecerdasan akal. Kecerdasan akal akan lebih optimal bila didukung dengan jiwa yang sehat dan jasad yang bugar.

Dalam kehidupan berumah tangga, menjaga keseimbangan antara suami dan istri ada pada pembagian tugas dam fungsi, kewajiban yang harus saling ditunaikan dan hak yang harus saling diberikan.

Suami dan istri yang baik harus sadar bahwa ketika masing-masing telah melaksanakan kewajiban, baik yang bersifat individu maupun kolektif, maka mereka akan medapatkan haknya. Inilah yang dinamakan  sukses menjaga keseimbangan rumah tangga.

Dalam berorganisasi ataupun mengelola perusahaan, menjaga keseimbangannya terletak pada kemampuan seorang pemimpin untuk mendinamisasi serta peran aktif dari setiap personil yang ada untuk saling berbagi peran dan kerja. 

Satu divisi atau bidang tidak boleh meniadakan peran divisi ataupun bidang yang lain. Tidak berjalannya fungsi dari salah satu divisi atau bidang tentu akan sangat mempengaruhi berjalannya laju organisasi maupun perusahaan.

Di kehidupan bernegara, ketika pemimpin dan rakyat yang dipimpin menjalankan kewajibanya dengan baik, maka disinilah letak menjaga keseimbangan antar keduanya. 

Insyaa Allah bila kesadaran ini terjaga, akan terbentuk Negara yang kuat, beradab dan sejahtera.
Mari saling menjaga keseimbangan

Agar di akhir kehidupan Husnul Khotimah kita dapatkan

#Fastabiqul khairat
Kemiling, 7 Mei 2017
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger