Mendagri: 90 Persen Janji Kampanye Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Terpenuhi


BANDUNG -  Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap kinerja sejumlah Kepala Daerah yang menjalankan tugas selama dua periode.
Hasilnya, 60 persen masyarakat cukup puas dan masih menginginkan Kepala Daerah tersebut menjabat kembali. Tjahjo menyebut, nama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai salah satu contohnya.
"Kita survei 60 persen masyarakat mau lagi (Gubernur) yang sudah dua periode ini (menjabat)," ungkap Tjahjo pada Pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2018 di Bandung, Rabu, 21 Februari 2018.
Tjahjo menuturkan, tingkat kepuasan masyarakat tersebut hadir karena janji-janji kampanye Gubernur yang hampir seluruhnya terpenuhi. Maka Mendagri mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi yang sudah diberikan Gubernur dalam waktu hampir 10 tahun. Hingga Mendagri 'menjuluki' dengan sebutan "Gubernur senior."
"Hampir 90 persen janji-janji kampanye terpenuhi. Saya harap penggantinya bisa lebih baik nanti," tutur Tjahjo.
Adapun sejumlah nama lain yang Mendagri Apresiasi sebagai "Gubernur Senior", dan hampir purnatugas setelah menjabat dua periode, diantaranya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

Sinergi

Lebih lanjut dia menuturkan, Pemerintah Daerah perlu membentuk kekuatan yang besar antar daerah untuk bersinergi. Hal ini demi mendukung pelaksanaan Otonomi Daerah, dan meningkatkan sinergitas antar Daerah Provinsi, serta menciptakan hubungan yang harmonis antar Daerah Provinsi. 
Dia mengatakan pemerintah Provinsi diharapkan bisa bekerjasama untuk mengatasi hambatan lingkungan untuk mencapai tingkat produktivitas perdagangan yang lebih tinggi. Dia menuturkan, dengan kerjasama masing-masing daerah akan mentransfer ilmu, ketrampilan, dan informasi.
"Setiap daerah akan berusaha memajukan atau mengembangkan dirinya dari hasil belajar bersama," kata Tjahjo.
Rakernas APPSI yang berlangsung di The Trans Luxury Hotel Bandung dihadiri seluruh Delegasi dari 34 (tiga puluh empat) Provinsi. Rakernas bertema "Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah untuk Penguatan Ekonomi Nasional" itu diselenggarakan pada tanggal 21 s.d 23 Februari 2018.
Tjahjo menggambarkan, apabila suatu daerah secara sendiri-sendiri memperjuangkan kepentingannya, ia mungkin kurang diperhatikan, tetapi bila ia masuk menjadi anggota suatu forum kerjasama daerah, maka suaranya akan lebih diperhatikan.
Disamping itu, pihak-pihak yang bekerjasama dapat memperkecil atau mencegah konflik. Dengan kerjasama, daerah-daerah yang semula bersaing ketat atau sudah terlibat konflik, dapat bersikap lebih toleran dan berusaha mengambil manfaat atau belajar dari konflik tersebut.
Sehingga masing-masing pihak lebih merasakan keadilan, sebab ada transparansi dalam melakukan hubungan kerjasama, serta komitmen untuk tidak mengkhianati partnernya tetapi memelihara hubungan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan.
"Kerjasama ini dapat menghilangkan "ego daerah." Melalui kerjasama tersebut, kecendrungan “ego daerah” dapat dihindari, dan visi tentang kebersamaan sebagai suatu bangsa dan negara dapat tumbuh," katanya.
"Contohnya, Pak Gubernur Jawa Barat (Aher) ini, kalau tidak berbaik hati dengan Pak Gubernur Jawa Timur akan repot, karna Pakde Karwo ini tiap hari mengirim 650 lebih ekor sapi ke Jawa Barat. Timbal baliknya, hasil tekstil di Jabar dikirim ke Jatim," tutur Tjahjo Kumolo.
Maka Mendagri mengapresiasi Rakernas APPSI 2018, yang dapat membantu Pemerintah Daerah Provinsi dalam menentukan skala prioritas, lewat sinergi dan konektivitas antar Provinsi.
Ketua Umum APPSI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa setiap daerah memiliki kelebihan masing-masing. Baik dalam produk, komoditi, serta berbagai potensi lainnya yang mungkin dibutuhkan Provinsi lain.
"Itulah yang kita coba konsolidasi, menyilangkan antara satu dengan yang lain," ungkap Limpo.
Sehingga lanjut Limpo, bila selama ini semua akselerasi pertumbuhan perekonomian terorientasi ke luar negeri, baik untuk ekspor impor bahan-bahan yang dibutuhkan. Mungkin saat ini sudah kita ketemukan solusi lain dengan bekerjasama bersinergi antar Provinsi.
"Kita tidak perlu mengimpor tekstil dari luar, karena ada dari Jawa Barat. Kita ga perlu beras dari luar karena ada dari Sulawesi Selatan," ujarnya.
"Ini secara khusus kita bicarakan, kita coba mensetting, mengumpulkan kemampuan dan keunggulan daerah untuk disinergikan satu sama lain. Itu yang nanti kita mau laporkan ke Pak Presiden bahwa seperti ini. Sehingga kekuatan yang ada mampu kita bangkitkan lebih kuat," harapnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) selaku tuan rumah penyelenggara Rakernas APPSI 2018, menyebut di tahun terakhirnya menjabat sebagai Gubernur, berharap Gubernur yang akan menggantinya nanti, dapat tampil menjadi Gubernur yang baik dengan menghadirkan prestasi yang lebih maju lagi. Untuk itu, Aher menyebut kerjasama di APPSI harus dilanjutkan oleh penerusnya kelak.
"Karena belum tentu kekurangan disetiap daerah, solusinya harus impor. Bisa jadi dengan kerjasama antar Provinsi," ucap Aher.
Dengan menyelesaikan setiap permasalahan antar provinsi, maka mata rantai denyut ekonominya akan berefek lebih luas kedepan. Dengan harapan membawa angin segar untuk perekonomian nasional.
"APPSI forum strategis daerah berskala nasional. Saya merasa sumringah dan bahagia. Karena sebagai tuan rumah, hadir 24 Gubernur, 6 Wakil Gubernur, dan 4 lagi diwakili Sekda dan para Asisten Pemerintahan, inilah kehadiran terbesar selama Rakernas digelar," kata Gubernur Aher.
Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger