SOHIBUL IMAN: SAATNYA INDONESIA NAIK KELAS DALAM BERDEMOKRASI

BANDAR LAMPUNG--Saatnya Indonesia naik kelas dalam berdemokrasi. Akhiri kampanye saling hujat, fitnah, caci maki, dan kebohongan. Kedepankan dialog dan adu gagasan secara sehat.

Demikian ditegaskan Presiden PKS Sohibul Iman saat berorasi di hadapan para kadernya dalam rangkaian kampanye pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) di Bandar Lampung, Ahad (31/3-2019).

Menurut Sohibul Iman, caci maki, bully, hoax, fitnah atau kebohongan tidak akan membawa kemajuan positif bagi pematangan demokrasi di Tanah Air. Karena itu ia mengajak para kader PKS agar lebih banyak mensosialisasikan program-program partai nomor urut delapan itu dalam pemilu serentak pileg dan pilpres 17 April mendatang.

"Ada empat program yang telah disiapkan PKS: penghapusan pajak sepeda motor, pemberlakuan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup, penghapusan pajak penghasilan (PPh) bagi masyarakat berpenghasilan Rp8 juta ke bawah per bulan, dan penerapan undang-undang perlindungan ulama, tokoh dan simbol agama."

Gagasan dan program yang diusung PKS ini perlu disebarkan seluas mungkin sehingga para pemilih memahami apa yang akan diperjuangkan PKS sebagai agenda kerjanya pasca pemilu.

"Kita ingin masyarakat mengerti sehingga mereka mendukung dan memilih PKS sebagai partai pengusung pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 ini."

Menurut Sohibul Iman, penghapusan pajak sepeda motor dan pajak penghasilan bagi masyarakat berpenghasilan Rp8 juta ke bawah, merupakan bentuk implementasi dari ideologi kerja PKS, mewujudkan keadilan bagi masyarakat luas, khususnya lapisan menengah ke bawah.

"Jika sebelumnya pemerintah telah memberikan begitu banyak keberpihakan kepada para konglomerat melalui amnesti pajak dan pengampunan bagi para pengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang jumlahnya mencapai Rp2.600 triliun lebih, saatnya keadilan yang sama juga harus diberikan pada masyarakat menengah ke bawah."

Dalam hitungan Sohibul Iman dan teamnya, penghapusan pajak sepeda motor tidak akan membebani keuangan negara, karena nilainya secara nasional diperkirakan tidak lebih dari Rp35 triliun dengan memperhatikan data jumlah sepeda motor saat ini sekitar Rp100 juta unit, dan pajak yang dibayarkan sekitar Rp350 ribu per tahun.

"Jumlah ini tidak ada artinya apa-apa dengan apa yang sudah diberikan pemerintah kepada para konglomerat melaui program penghapusan BLBI semasa pemerintahan Presiden Megawati dan amnesti pajak saat pemerintahan Presiden Jokowi," kata Sohibul dalam orasi yang diselenggarakan di lapangan parkir DPW PKS Lampung, Jl. Untung Suropati, Bandar Lampung itu.

Pada bagian lain, Sohibul Iman juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader, calon anggota legislatif (caleg), pengurus, dan simpatisan PKS yang telah secara aktif menggalang dukungan masyarakat pada Pileg dan Pilpres 2019.

"Setelah melakukan banyak perjalanan kampanye Pilpres mendampingi Prabowo-Sandi, kita optimis pasangan capres nomor urut 02 akan memenangkan Pilpres 2019. Dan PKS in syaa Allah juga akan meraih target 12% suara secara nasional."

Orasi yang dimaksudkan sebagai bagian konsolidasi kader PKS itu juga dihadiri Sekretaris Majelis Syuro PKS Untung Wahono, Ketua Wilayah Dakwah DPP PKS Sumbagsel Gufron Aziz Fuadi, Anggota DPR-RI Ahmad Junaidi Auly, Ketua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, Sekretaris Umum DPW PKS Lampung Ade Utami Ibnu, Ketua MPW PKS Lampung Hantoni Hasan, Sekretaris MPW PKS Lampung Johan Sulaiman, dan Ketua DSW PKS Lampung Hilmuddin Sulani.

Share this post :
Comments
0 Comments

Popular Post

Fans Page

Arsip Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Bandar Lampung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger