Wanita Wanita Ispiratif

Penulis: Ustadz Drs. H. Gufron Azis Fuadi

Rasulullah SAW membuat empat garis di tanah, kemudian berkata, “Tahukah kalian, garis apakah ini?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasulnya lebih mengetahui.” Beliau berkata, “Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti ‘Imran, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun).” (HR. Ahmad)

Hadits diatas  menegaskan ada empat wanita yang jadi pemimpin surga. Keempat wanita tersebut tentulah bukan wanita sembarangan.
Merekalah wanita yang telah dipilih Allah untuk menjadi inspirasi para wanita sepanjang masa. Perjalanan hidup, pengorbanan dan perjuangannya sangat luar biasa.

Khadijah binti Khuwailid

Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza. Ibu Khadijah bernama Fatimah binti Zaidah.
Khadijah adalah orang terkaya di Mekah. Lebih dari separuh kekayaan Mekah adalah miliknya. Dengan tanpa rasa sedih dan sesal semua kekayaannya diinfakkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Untuk perjuangan dakwah Islam.

Sebagai wanita, Khadijah bisa dikatakan ‘sempurna’ bila mengacu pada empat kriteria wanita dinikahi: Rasulullahbersabda:
Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecatikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.” (HR Muslim)

Tentang Khadijah
Rasulullah bersabda: “Demi Allah! Allah tidak pernah menggantikan yang lebih baik darinya. Dia beriman ketika orang-orang ingkar, dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dia membelaku dengan hartanya ketika orang-orang menghalangiku, dan aku dikaruniai Allah anak darinya, sementara aku tidak dikaruniai anak dari istri-istriku yang lain.”

Fatimah Az Zahra putri Nabi

Fatimah dikenal memiliki kecantikan serta kepribadian yang baik, sabar, lembut hati, dan penyayang. Paras dan perangainya paling mirip dengan Rasulullah.
Namanya pun memiliki arti ‘Fatimah yang selalu berseri’. Fatimah Az Zahra merupakan anak ke-6 yang lahir di Makkah, lima tahun sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama.
Fatimah adalah orang yang penyabar, ahli ibadah, sangat gemar membaca al Quran dan sangat dermawan meskipun hidupnya sangat kekurangan. Tidak pernah menolak orang yang datang minta sedekah meskipun untuk itu harus menjual kalungnya. Tidak pernah memgeluh pada ayahnya meskipun telapak tangannya kasar akibat mengerjakan urusan rumah tangganya sendiri. Apalagi curhat di medsos.
Ikut terjun dalam perang Uhud sebagai tenaga logistik dan kesehatan. Beliau penerus keturunan nabi, dari rahimnya dzuriat nabi akan ada sampah akhir zaman.

Maryam binti Imran

Beliau adalah ibu dari nabi dan Rasul-Nya, Isa al Masih.
Ayahnya, adalah Imran keturunan nabi Daud, dia juga imam shalat kaumnya. Maryam dalam bahasa Aram artinya hamba Tuhan. Beliau hidup dalam asuhan nabi Zakaria di Baitul Maqdis. Dari kecil rajin beribadah, berdoa dan rajin berpuasa sehari dan dua hari berbuka.
Maryam adalah perempuan suci yang tidak pernah disentuh laki laki manapun. Dengan rahmat Allah dia hamil tanpa suami tetapi tetap bersabar dengan tuduhan dan fitnah dari kaumnya.

Asiyah istri Firaun

Sekarang kita akan mudah menemukan wanita yang mudah mencampakkan keimanannya demi laki laki yang tajir melintir. Tetapi tidak dengan Asiyah. Sebagai istri raja Firaun yang di tuhan kan tentu dia tidak kekurang harta dan pengaruh kekuasaan. Tetapi itu semua ditinggalkan demi beriman kepada Allah dan kerasulan Musa. Bahkan dia rela mati ditiang salib demi mempertahankan keimanannya.
Itulah empat wanita inspiratif bagi para wanita perindu surga…

Bagi wanita Indonesia yang sudah terbiasa menjadikan Kartini sebagai sumber inspirasi nya tidak masalah, tapi jangan salah dalam mengambil hikmahnya. Karena sesungguhnya Kartini bukanlah penganjur atau pelopor emansipasi yang menuntut kesetaraan gender. Yang dituntut bukan itu, tapi kesempatan untuk maju dan berkembang bagi kaum wanita.

Memang Kartini memperjuangkan hak-hak wanita tetapi dengan tetap mempertahankan kodrat (fitrah)nya sebagai wanita sehingga yang digaungkan adalah KEUNIKAN GENDER.

Berbeda dengan kaum feminisme yang memperjuangkan hak-hak mereka berdasarkan dendam dan amarah  terhadap pria sehingga yang mereka tuntut dsn gaungkan KESETARAAN GENDER
Selain itu jangan lupakan semangat hijrahnya setelah Kartini belajar Islam kepada kyai Sholeh Darat gurunya Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari.

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; “Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai…
Dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah SWT.

Wallahualam bi shawab

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.